Silsilah Keluarga
Silsilah adalah suatu catatan atau bagan yang menampilkan hubungan keluarga dalam suatu format struktur.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terbentuk oleh hubungan darah, ikatan perkawinan atau ikatan lainnya yang terdiri atas kepala keluarga dan anggota keluarga.
Silsilah keluarga adalah suatu bagan yang menggambarkan asal usul suatu keluarga dan catatan hubungan keluarga sampai beberapa generasi.
Selain Silsilah Keluarga, juga dikenal istilah Nasab. Nasab merupakan pertalian kekeluargaan atau kekerabatan berdasarkan hubungan darah, baik ke atas, ke bawah, maupun ke samping.
Dalam suatu keluarga, seseorang selalu menerima kekurangan dan kelebihan sesama keluarga, dan baik buruknya anggota keluarga. Tetapi seseorang tidak bisa memaksakan merubah kodrat keluarga yang ada, yang baik diarahkan dan yang buruk diperbaiki tanpa harus menghakimi.
Dalam setiap peradaban dan suku bangsa di dunia, silsilah keluarga ini merupakan hal yang penting dicatat dan dilestarikan oleh setiap generasi untuk mempertahankan keberlangsungan keturunan keluarga besar mereka. Dengan adanya silsilah keluarga maka manusia dapat mengetahui sejarah, asal usul dan nama leluhurnya, siapa yang memiliki hubungan darah dengan dirinya dan siapa saja keluarga besarnya, serta dapat mengetahui keluarga besarnya dari generasi ke generasi.
Berdasarkan sumber dari website unikom.ac.id, sebuah jurnal hasil penelitian mahasiswa kepada masyarakat dengan responden berusia 15-37 tahun, terdiri dari 62,70% laki-laki dan 37,30% perempuan memberikan respon bahwa 58,80% responden kurang mengenal baik silsilah keluarganya. Fakta lebih banyaknya responden dalam penelitian tersebut yang tidak mengenal baik silsilah keluarganya dapat disimpulkan bahwa hal tersebut terjadi karena kurangnya komunikasi di dalam keluarga besarnya, baik komunikasi dengan keluarga generasi sebelumnya maupun dengan keluarga segenerasi dengan dirinya, khususnya komunikasi yang membahas tentang sejarah atau cerita kehidupan keluarga terdahulu (leluhur).
Di dalam kehidupan masyarakat umum pun terutama anak "generasi gadget" seperti saat ini, sudah banyak orang yang tidak mengetahui lagi keluarga besarnya. Mereka hanya mengenal baik orang tua kandungnya dan saudara kandungnya, syukur syukur kalau masih bisa mengenal baik kakek-neneknya, paman-bibinya, sepupunya dan ponakannya. Hubungan keluarga yang lebih jauh dari itu sudah tidak diketahuinya lagi, seperti siapa kakek/nenek dari bapak/ibunya, siapa sepupu dari bapak/ibunya, siapa ponakan dari sepupunya dan seterusnya.
Dulu, saat masih sangat minim fasilitas komunikasi dan alat transportasi, tetapi generasi terdahulu sangat kuat hubungan emosional kekeluargaan dan persatuannya sehingga sejauh apapun mereka berpisah tetap bisa saling mengunjungi dan bersilaturahmi untuk menjaga kerukunan keluarga besar tetap utuh. Hal itu dapat dibuktikan ketika orang tua sangat kuat ingatan memorinya dalam bercerita menggambarkan peristiwa kehidupan dan hubungan keluarga generasi sebelumnya sampai keluarga generasi saat ini.
Tapi kini, saat fasilitas komunikasi dan alat transportasi semakin lengkap dan modern, justru membuat "generasi gadget" sekarang sibuk dengan dunia mayanya sendiri yang hidup nafsi nafsi sehingga membuatnya kurang simpati dan empati terhadap keluarga untuk saling mengunjungi membangun silaturahmi dan komunikasi dengan keluarga besarnya. Tentu kebiasaan negatif tersebut jika tidak segera diubah maka dapat memutus silaturahmi keluarga, kehilangan catatan garis kekerabatan dan merusak peradaban keluarga besar.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka betapa pentingnya bagi setiap keluarga membuat pencatatan Silsilah Keluarga sebagai media tertulis yang dapat membantu keluarga dari generasi ke generasi untuk mengenal keluarga besarnya dan dapat mempermudah akses silaturahmi dan komunikasi antar keluarga, menjaga kerukunan keluarga serta mengangkat derajat dan martabat keluarga besar. Hubungan silaturahmi yang harmonis dan komunikasi yang lancar antar keluarga, tentu akan mempermudah juga dalam hal saling tolong menolong dalam kebaikan sebagai keluarga besar.
Kalau kepada orang lain saja kita bisa bersikap dan berbuat baik, kenapa kepada keluarga sendiri yang memiliki pertalian darah dengan diri kita sulit bersikap dan berbuat baik? Kalau belum dapat membantu keluarga yang membutuhkan, setidaknya dapat menjaga silaturahmi dan membangun komunikasi yang baik dalam bingkai kerukunan keluarga besar, saling menjaga perasaan dan kehormatan keluarga besar, dan tidak membanggakan atau melebihkan diri dan keluarga daripada keluarga lainnya.

Salam dari Keluarga Besar GGB ^-^)/ kunjungi balik web silsilah keluarga kami ya https://www.ggb.my.id/p/ranji-tanjuang-ggb.html
BalasHapus